Kecamatan Ungaran Barat memiliki sumber daya alam
yang cukup berlimpah dan dapat memenuhi kebutuhan. Selain itu sumber daya alam
lain seperti pertanian, perkebunan dan peternakan di Kecamatan Pemalang menjadi
potensi perekonomian yang setiap tahunnya mengalami pertumbuhan. Dengan
melimpahnya sumber daya alam juga berpengaruh dalam keadaan kondisi fisik di
Kecamatan Pemalang dimana kawasan ini termasuk kawasan yang meiliki kondisi
fisik yang cukup baik dari topografi dari datar hingga curam serta jenis tanah
yang sesuai yang telah sesuai pengunaan lahan dan rencana pola ruangnya dan
curah hujan sedang sekitar20,7 – 27,7 mm per tahun yang cocok untuk pertanian
lahan basah dan kering. Selain itu Kecamatan Ungaran Barat memiliki sumber daya
alam air yang sangat melimpah yang tidak saja dapat memenuhii kebutuhan Ungaran
Barat tetapi sampai di distribusikan ke kecamatan lain di ungaran barat bahkan
sampai ke Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan.
AIR SEBAGAI SUMBER DAYA DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Pada hari minggu tepatnya tanggal 23 agustus 2015 peringatan hari air sedunia kab. semarang berlangsung secara meriah, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kab. Semarang dan didukung dari warga lerep dan perusahaan yang menggunakan airtanah, kegiatan awalnya dilakukan dengan jalan sehat mengitari embung lerep, pementasan seni tari reog oleh warga lerep,sambutan oleh bapak bupati kab. semarang , penebaran bibit ikan dan simbolisasi penanaman pohon durian montong serta pembagian hadiah dorprize diselingi dengan lomba panjat pinang dan tarian reog ponorogo . berlangsung secara meriah, dengan adanya antusias warga sekitar embung lerep sangat tinggi dalam parisipasi mengikuti jalannya kegiatan peringatan hari air.
Peringatan Hari Air se-Dunia Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2015 sedikit berbeda dengan Peringatan Hari Air tahun sebelumnya yakni dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat secara luas dan mengarah pada pesta rakyat dengan memanfaatkan momentum Peresmian Embung Lerep, Kec. Ungaran Barat ditengah terjadinya kekeringan di sebagian besar wilayah di Indonesia termasuk di Kabupaten Semarang saat ini.
Pembangunan Embung di Desa Lerep tersebut dapat menampung air dengan volume ± 4.000 M³ memiliki luas 60 m X 80 m dan tinggi 4 meter dan di atas tanah ex bengkok desa Lerep dengan menelan biaya sebesar Rp. 965.030.000,00 dengan 2 (dua) tahap, yakni tahun anggaran 2014 sebesar Rp. 785.030.000,00 melalui dana bantuan APBD Prop. Jateng dan dana APBD Kab. Semarang dan tahun 2015 sebesar Rp. 180.000.000,00 dari APBD Kab. Semarang.
Embung Lerep bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air untuk pertanian tanaman hortikultura khususnya buah durian montong yang diharapkan dapat menjadi produk pertanian unggulan atau ikon kebanggaan masyarakat petani desa Lerep dan akan berdampak meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya dimasa yang akan datang diharapkan menjadi agrowisata.
Desa lerep sendiri mempunyai filosofi tumbuh gunung kudu wareg artinya dengan adanya sumber daya alam yang ada dapat mensejahterakan warga sekitar dan dengan selalu memperhatikan serta menjaga kelestarian sumber daya alam yang ada di desa lerep. dengan adanya embung tersebut berkaitan dengan tersedianya air warga dihimbau tidak merusak embung seperti tidak berenang di embung dan menombak ikan karena akan merusak lapisan membran plastik kedap air sehingga mengurangi fungsi embung tersebut.
foto warga lerep
foto hari air 2015
foto bapak bupati dengan seni reog ponorogo
Kecamatan
Ungaran
Barat adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah
yang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Semarang termasuk
sebagai kawasan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang diberi nama ‘’PKN Kedungsepur’’. PKN Kedungsepur
merupakan istilah umum nama wilayah otonomi di-eks Karesidenan Semarang yang
terdiri dari Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Kota
Salatiga, Kota Semarang, Purwodadi dengan Kota Semarang sebagai intinya.
Pada PKN yang terdapat
di Kabupaten Semarang, Kecamatan Ungaran Barat terdapat Pusat Kegiatan Lokal
(PKL) yang berfungsi sebagai kawasan perkotaan pendukung kawasan metropolitan
Semarang dalam pelayanan permukiman dan jasa–jasa perkotaan lainnya skala
beberapa kecamatan disekitarnya.
Pada RTRW Kabupaten
Semarang terdiri dari sistem perwilayahan yang dibagi menjadi tiga satuan
pengembangan wilayah, pada Kecamatan Ungaran Barat termasuk dalam satuan
wilayah pengembangan - 1 (SWP-1) yaitu kawasan yang ditetapkan menjadi bagian
dari Ibukota Kabupaten serta kawasan sekitarnya. Dalam SWP-1 Kecamatan Ungaran
barat diarahkan mempunyai fungsi industri, pertanian, pariwisata, pemeritahan,
perdagangan, jasa, fasilitas umum, dan permukiman dengan fungsi pusat SWP-1
adalah pelayanan fasilitas umum, perdagangan, jasa, dan pusat pemerintahan
skala Kabupaten serta permukiman perkotaan.
Keterbatasan ruang di
Kota Semarang sebagai kota pemerintahan, industri, perdagangan, dan jasa akan
memberi pengaruh terhadap meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk di Kecamatan
Ungaran Barat. Pertumbuhan penduduk yang meningkat akan berpengaruh pada
kebutuhan ruang sebagai tempat tinggal, tempat bekerja, dan melakukan aktifitas
lainnya, disisi lain ketersediaan lahan yang terbatas menjadikan kebutuhan akan
lahan semakin tinggi.
Kabupaten
Semarang merupakan kawasan strategis, yang wilayah fungsional (fungsional region)
ataupun wilayah homogen (homogenous region) mempunyai nilai strategis bagi
pembangunan wilayah Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah atau bahkan
pembangunan nasional. RTRW Nasional telah menetapkan adanya beberapa Kawasan
Strategis Nasional di Jawa Tengah, dimana yang terkait dengan Kabupaten
Semarang adalah Kawasan Strategis Metropolitan Kedungsepur. Selain kawasan
tersebut, RTRW Kabupaten Semarang ini menetapkan beberapa kawasan yang
dipandang strategis bagi kepentingan pembangunan Kabupaten Semarang.
Kawasan
Strategis Kabupaten (KSK) terdiri dari:
KSK
bidang pertumbuhan ekonomi, meliputi:
a. Kawasan industri di Kecamatan Pringapus,
Bawen, Tengaran, Susukan dan
Kaliwungu.
b. Kawasan perkotaan strategis pada kawasan
perkotaan Ungaran, Ambarawa,
Suruh
dan Tengaran.
c. Kawasan cepat berkembang di sekitar jalan Tol
Semarang–Solo dan sekitar
jalan
Ungaran–Bawen.
d. Kawasan pusat pengembangan pariwisata pada
kawasan Bandungan dan
kawasan
pariwisata Kopeng.
Sumber : PERDA
Kabupaten Semarang Nomer 15 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Semarang Tahun
2016 – 2021
Posisi
strategis Kabupaten Semarang sebagai daerah penyangga ibukota Provinsi Jawa
Tengah dan kondisi alam bukit dan
pegunungan dengan udara sejuk dan panorama alam yang indah memberikan peluang
dan kesempatan untuk lebih mengembangkan potensi dibidang pariwisata. Dengan
potensi wisata yang sangat variatif yang terdiri dari wisata alam, wisata
budaya, wisata buatan, maupun wisata industri dan wisata minat khususnya.
Berdasarkan
Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 556/0424/2015 tentang Penetapan Desa
Wisata sebagai salah satu potensi pariwisata dan kebudayaan Di Kabupaten Semarang, telah terbentuk 35 desa
wisata. Diharapkan hal ini
diharapkan akan menambah daya
tarik wisata serta meningkatkan ekonomi kerakyatan di pedesaan. Sedangkan pada
Kecamatan Ungaran Barat terdapat 4 desa wisata, yaitu :
NAMA
DESA LOKASI
1. Desa
Lerep Ungaran Barat
2. Desa
Gogik Ungaran Barat
3. Desa
Keji Ungaran
Barat
4. Desa
Nyatnyono Ungaran Barat






